UJI DAYA ANTIBAKTERI SARIPATI DAUN GAMAL (Gliricidia sepium) TERHADAP ZONA HAMBAT BAKTERI Propionibacterium acnes SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN BERUPA VIDEO PEMBELAJARAN DI UPT SMAN 3 MUSI RAWAS
DOI:
https://doi.org/10.55526/ljse.v4i2.710Kata Kunci:
Daun gamal, propionibacterium acnes, video pembelajaranAbstrak
Jerawat adalah reaksi dari penyumbatan pori-pori disertai peradangan yang bermuara pada saluran kelenjar minyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya antibakteri daun gamal (Gliricidia sepium) terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan mengetahui media pengembangan pembelajaran berupa video pembelajaran mengenai pengaruh sari pati daun gamal (Gliricidia sepium) terhadap terhadap bakteri Propionibacterium acnes.Penelitian ini dilakukan di laboratorium Biologi Universitas PGRI Silampari dan di UPT SMAN 3 MUSI RAWAS. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan jenis penelitian kuantitatif dan Rancang Acak Lengkap (RAL) dan melakukan ujian dengan menggunakan Kruskal Wallis.Metode yang digunakan penelitian adalah Research and Development (R&D) dan. Model penelitian yang digunakan adalah model 4-D, namun hanya sampai ditahap development. Subjek uji coba penelitian ini adalah validator dan peserta didik. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik pengembangan berupa teknik analisis deskriptif, yang dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi angket ahli media, ahli materi, ahli bahasa dan calon pengguna. Hasil penelitian diperoleh bahwa Saripati daun Gamal (Gliricidia sepium) memiliki zona hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 20gr sebesar 1,16 mm, konsentrasi 40 gr sebesar 1,44 mm, konsentrasi 60 gr sebesar 1,52 mm dan konsentrasi 80 gr sebesar 2,6 mm dan hasil keterbacaan pengembangan video pembelajaran biologi SMA oleh ahli media 76,3%, ahli bahasa 85% dan hasil penilaian ahli materi 84,2%, penilaian pengguna 83,27%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran yang dihasilkan sangat layak dan dapat meningkatkan pemahaman bagi siswa
Referensi
Madelina, W, Sulistiyaningsih (2018), ‘Review: resistensi antibiotik pada terapi pengobatan jerawat’, Farmaka, 16(2), pp. 105–117.
Muliyawan, D, Suriana, N (2013), A-Z Tentang Kosmetik, PT Elex Media Komputindo, Jakarta.
Mulyatiningsih, M. (2011). Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Nomer, N., M., G., R. Duniaji, A., S. dan Nocianitri, K.,A. (2019). Kandungan Senyawa Flavonoid dan Antosianin Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Serta Aktivitas Antibakteri Terhadap Vibrio cholerae. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan, 8 (2): 216-225.
Odhiambo, R. S., Patrick, K. G., Helen, K. L., Gathu, N. C. Francis, N. K., & Richard, W. W. (2014). Evaluation of In Vitro Ovicidal Activity of Ethanolic Extracts of Prosopis juliflora (Sw.) DC (Fabaceae). IOSR Journal of Pharmacy and Biological Sciences, 9 (3), 15-18.
Sugiyono, 2016. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Sulastomo, Elandri. (2013). Kulit Cantik & Sehat 2, Berseri Sejak Dini Sampai Dewasa. KOMPAS. Jakarta.
Ulya, N. (2017). Pengembangan Media Video Pembelajaran Pada Materi Gempa Bumi Di SMP Negeri 3 Manisrenggo Kabupaten Klaten.


