PENDAMPINGAN PROGRAM SARAPAN SEHAT UNTUK MENINGKATKAN FOKUS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SD KRISTEN SARDIS
DOI:
https://doi.org/10.55526/bnl.v5i2.966Keywords:
Pelatihan, Animasi, Belajar, Guru SMPAbstract
Kebiasaan sarapan sehat memiliki peran penting dalam mendukung kesiapan fisik dan mental siswa sekolah dasar dalam mengikuti proses pembelajaran. Namun, masih ditemukan siswa yang tidak sarapan atau mengonsumsi makanan dengan nilai gizi rendah sebelum berangkat ke sekolah. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan fokus, keaktifan, dan prestasi belajar siswa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi pelaksanaan program sarapan sehat sebagai upaya meningkatkan fokus dan prestasi belajar siswa di SD Kristen Sardis Timika. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, sosialisasi gizi seimbang, pendampingan sarapan sehat di sekolah, serta evaluasi perubahan perilaku dan respon belajar siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa dan orang tua terhadap pentingnya sarapan sehat, meningkatnya fokus siswa selama pembelajaran, serta keaktifan siswa di kelas. Program ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung kesehatan dan kesiapan belajar siswa melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan tim pengabdian.
References
Adolphus, K., Lawton, C. L., & Dye, L. (2013). The effects of breakfast on behavior and academic performance in children and adolescents. Frontiers in Human Neuroscience, 7, 425.
Adolphus, K., Lawton, C. L., & Dye, L. (2013). The effects of breakfast on behavior and academic performance in children and adolescents (PDF).
Christiana, A. E., Abiddin, A. H., & Martiningsih, W. (2024). The relationship between breakfast habits and learning concentration of elementary school students. Health Access Jurnal, 1(3), 91–98.
Defeyter, M. A., & Russo, R. (2013). The effect of breakfast cereal consumption on adolescents’ cognitive performance and mood. Frontiers in Human Neuroscience, 7, 789.
Food and Agriculture Organization of the United Nations. (n.d.). Nutrition guidelines and standards for school meals. FAO.
Hoyland, A., Dye, L., & Lawton, C. L. (2009). A systematic review of the effect of breakfast on the cognitive performance of children and adolescents. Nutrition Research Reviews, 22(2), 220–243.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Buku modul pendidikan gizi. Ayo Sehat Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (n.d.). Pentingnya sarapan pagi bagi anak-anak.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2021). Gizi seimbang dan kantin/jajanan sehat di sekolah dasar (Buku saku).
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2025). Pedoman nasional kantin sehat di satuan pendidikan.
Pereira, M. A., Erickson, E., McKee, P., Schrankler, K., Raatz, S. K., Lytle, L. A., & Pellegrini, A. D. (2005). Breakfast habits, nutritional status, body weight, and academic performance in children and adolescents. Journal of the American Dietetic Association, 105(5), 743–760.
O’Neil, C. E., Byrd-Bredbenner, C., Hayes, D., Jana, L., Klinger, S. E., & Stephenson-Martin, S. (2014). The role of breakfast in health: Definition and criteria for a quality breakfast. Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics.
World Health Organization. (2021). Implementing school food and nutrition policies: A review of contextual factors. WHO.
World Health Organization. (2020). Assessing the existing evidence base on school food and nutrition policies: A scoping review. WHO.
World Food Programme Indonesia. (2019). Buku pedoman pengembangan resep berbasis pangan lokal: Menu sarapan sehat untuk anak sekolah (Progas 2019).


