DESA HARMONI: PENGUATAN MODERASI BERAGAMA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA WISATA GULUREJO KULONPROGO
DOI:
https://doi.org/10.55526/bnl.v5i2.958Keywords:
moderasi beragama, kearifan lokal, ketahanan sosial, desa harmoni, pemberdayaanAbstract
Desa Harmoni" adalah program pengabdian yang berfokus pada penguatan moderasi beragama berbasis kearifan lokal di Desa Wisata Gulurejo, Kabupaten Kulon Progo. Program ini dirancang untuk mengatasi tantangan yang muncul dari masuknya paham keagamaan ekstrem yang mengancam keharmonisan sosial dan citra desa wisata. Urgensi program ini terletak pada fenomena menurunnya partisipasi pemuda dalam tradisi kultural seperti "Merti Desa", "Gejog Lesung", dan "Nyadran", serta munculnya konflik terkait penggunaan fasilitas umum dan penyelenggaraan atraksi wisata budaya. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, program ini bertujuan untuk mengembangkan model moderasi beragama berbasis kearifan lokal, membangun kapasitas tokoh agama, adat, dan pengelola desa wisata, mengembangkan Kelompok Usaha Bersama, serta mengembangkan paket wisata edukasi "Gulurejo Harmoni". Program menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk pemetaan kearifan lokal dan Training of Trainers (ToT) untuk membangun kapasitas fasilitator lokal. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kapasitas tokoh agama dan pemuda dalam mempromosikan narasi moderasi beragama, penguatan forum dialog, peningkatan partisipasi dalam tradisi lokal, dan terintegrasi-nya nilai-nilai moderasi beragama dalam pengembangan desa wisata. Program ini relevan dengan upaya pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dan mendukung implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi mahasiswa
References
Azra, A. (2020). Islam Indonesia: Karakter Khas yang Akomodatif dan Toleran. Jakarta: Prenada Media.
Bruinessen, M. V. (2018). Contemporary Developments in Indonesian Islam: Explaining the "Conservative Turn". Singapore: ISEAS Publishing.
Casram. (2019). Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(1), 87-97.
Hefner, R. W. (2019). Civil Islam: Muslims and Democratization in Indonesia. Princeton: Princeton University Press.
Hasan, N. (2019). Literatur Keislaman Generasi Milenial: Transmisi, Apropriasi, dan Kontestasi. Yogyakarta: Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Press.
Kementerian Agama RI. (2023). Moderasi Beragama: Buku Saku untuk Penyuluh Agama. Jakarta: Kementerian Agama RI.
Nurhasanah, S., Munandar, A., & Syofyan, A. (2022). Pengembangan Produk Kuliner Tradisional "Dulang Harmoni" sebagai Perekat Sosial Masyarakat Lintas Agama. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2), 178-189.
Parker, L., & Hoon, C. Y. (2022). Religious Education in Indonesia: Contesting Identity and Citizenship. London: Routledge.
Rachmawati, D., Munawar, K., & Hartono, S. (2021). Pembentukan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Tingkat Desa sebagai Wadah Dialog dan Pencegahan Konflik. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 6(3), 112-121.
Santoso, B., Widodo, A., & Permana, R. (2019). Pengembangan Paket Wisata "Jejak Harmoni" sebagai Model Pembelajaran Moderasi Beragama. Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat, 4(2), 67-79.
Sholikhah, A., Purwadi, A., & Nurhayati, S. (2020). Model Kelompok Usaha Bersama (KUB) Lintas Iman sebagai Perekat Sosial Masyarakat. Harmoni: Jurnal Multikultural & Multireligius, 19(1), 45-60.
Sulaiman, A., Jati, W. R., & Astuti, P. (2022). Pengembangan Modul Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal untuk Pemandu Wisata Desa Pentingsari. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 7(1), 23-34.
Wahid Foundation. (2020). Laporan Tahunan: Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan dan Minoritas Keagamaan di Indonesia. Jakarta: Wahid Foundation.
Widiyanto, S., Mabruri, A., & Fitriany, N. (2021). Tourism with a Mission: Pengembangan Pariwisata Berbasis Nilai dan Kearifan Lokal. Jurnal Pariwisata Indonesia, 6(2), 120-132.
Woodward, M. (2021). Java, Indonesia and Islam. Singapore: Springer.


