PENGUATAN PERAN KEPEMIMPINAN STRUKTURAL DALAM MEWUJUDKAN GOOD UNIVERSITY GOVERNANCE DI UNIVERSITAS PGRI SILAMPARI
DOI:
https://doi.org/10.55526/bnl.v5i2.930Kata Kunci:
kepemimpinan, structural, good university governanceAbstrak
Penguatan tata kelola perguruan tinggi yang baik (Good University Governance) memerlukan peran kepemimpinan struktural yang efektif, profesional, dan akuntabel. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran kepemimpinan struktural dekan, ketua program studi, dan kepala bidang dalam mewujudkan Good University Governance di Universitas PGRI Silampari. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi awal, sosialisasi konsep Good University Governance, pelatihan dan pendampingan kepemimpinan struktural, diskusi kelompok terfokus (focus group discussion), serta evaluasi melalui angket dan refleksi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran pimpinan struktural terhadap prinsip-prinsip Good University Governance, meliputi transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, kemandirian, dan keadilan. Selain itu, peserta mampu mengidentifikasi peran strategis kepemimpinan struktural dalam pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya, serta peningkatan mutu layanan akademik dan nonakademik. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penguatan kepemimpinan struktural melalui pelatihan dan pendampingan berkontribusi positif dalam mendukung implementasi Good University Governance di Universitas PGRI Silampari dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu tata kelola perguruan tinggi
Referensi
Bass, B. M., & Riggio, R. E. (2006). Transformational leadership (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates.
Chambers, R. (1997). Whose reality counts? Putting the first last. Intermediate Technology Publications.
Cummings, T. G., & Worley, C. G. (2015). Organization development and change (10th ed.). Cengage Learning.
Eade, D. (1997). Capacity-building: An approach to people-centred development. Oxfam.
Ife, J., & Tesoriero, F. (2008). Community development: Alternative community development. Pearson Education.
Kemmis, S., & McTaggart, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer.
Kirkpatrick, D. L., & Kirkpatrick, J. D. (2006). Evaluating training programs: The four levels (3rd ed.). Berrett-Koehler.
Knowles, M. S., Holton, E. F., & Swanson, R. A. (2015). The adult learner (8th ed.). Routledge.
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.
LPPM Dikti. (2020). Panduan pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Northouse, P. G. (2021). Leadership: Theory and practice (9th ed.). Sage Publications.
OECD. (2015). Public governance of infrastructure investment: Turning principles into practice. OECD Publishing.
Osborne, D., & Gaebler, T. (1992). Reinventing government. Addison-Wesley.
Sedarmayanti. (2018). Good governance (kepemerintahan yang baik). Mandar Maju.
Senge, P. M. (2006). The fifth discipline: The art and practice of the learning organization. Doubleday.
Sudjana, D. (2010). Pendidikan nonformal: Wawasan, sejarah perkembangan, filsafat, teori pendukung, dan asas. Falah Production.
Trakman, L. (2008). Modelling university governance. Higher Education Quarterly, 62(1–2), 63–83. https://doi.org/10.1111/j.1468-2273.2008.00384.x
UNDP. (1997). Governance for sustainable human development. United Nations Development Programme.
World Bank. (2000). Reforming public institutions and strengthening governance. World Bank.


