ANALISIS PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA PADA FILM LAYLA MAJNUN KARYA MONTY TIWA

Authors

  • Tri Repico Universitas PGRI Silampari
  • Satinem Universitas PGRI Silampari
  • Sri Murti Universitas PGRI Silampari

DOI:

https://doi.org/10.55526/kastral.v3i1.436

Keywords:

Kata kunci: prinsip kesantunan, film.

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan Prinsip Kesantunan Berbahasa pada film Layla Majnun karya Monty Tiwa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, simak, dan teknik menstranskripsikan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis sesuai dengan langkah-langkah analisis data yaitu reduksi data dan mendisplay data. Hasil penelitian menunjukkan 257 kutipan pada film Layla Majnun karya Monty Tiwa. Dalam kategori prinsip kesantunan terdapat 6 maksim berupa maksim kebijaksanaan (MKB), maksim pujian (MKP), maksim kedermawanan (MKD), maksim kerendahhatian (MKR), maksim kesetujuan (MKK), dan maksim kesimpatian (MKS). Maksim yang paling dominan pada film Layla Majnun karya Monty Tiwa adalah maksim kesimpatian terdapat 103 kutipan, maksim pujian terdapat 54 kutipan, maksim kebijaksanaan terdapat 37 kutipan, maksim kedermawanan terdapat 26 kutipan, maksim kerendahhatian terdapat 20 kutipan, dan yang paling sedikit adalah maksim kesetujuan terdapat 17 kutipan.

References

Adriana, I. (2018). Pragmatik. Surabaya: Pena Salsabila.

Alfathoni, M, A, M, & Manesah, D. (2020). Pengantar Teori Film. Yogyakarta: Budi Utama.

Cahyani, D. N., & Rokhman, F. (2017). Kesantunan Berbahasa Mahasiswa dalam Berinteraksi di Lingkungan Universitas Tidar: Kajian Sosiopragmatik. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(1), 44-52.

Cahyani, I., & Munalisa, S. (2020). Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Sinetron “Siapa Takut Jatuh Cinta”. Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 5(1), 89-102.

Chaer, A. (2010). Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.

Hermaji, B. (2021). Teori Pragmatik. Yogyakarta: Magnum Pustaka Utama.

Iriyansah, M. R. (2017). Derajat Kesantunan Direktif dalam Film" Negeri Lima Menara". Deiksis, 9(01), 43-57.

Nugrahani, F. (2014). Metode Penelitian Kualitatif. Surakarta: Erlangga.

Rahardi, K, Setyaningsih, Y, & Dewi, R. P. (2016). Pragmatik: Fenomena Ketidaksantunan Berbahasa. Yogyakarta: Erlangga.

Rahayu, S. (2014). Syair Qays dan Nayla Karya Nizami Fanzavi dengan Novel Layla Majnun Karya Nizami Ganjavi (Kajian Intertekstualitas). EDU-KATA, 1(1), 81-90.

Siyoto, S. & Sodik, A. (2015). Dasar Metodologi Penelitian. Kediri: Literasi Media Publishing.

Sulaeman, A & Goziyah. (2019). Metodologi Penelitian Bahasa dan Sastra. Jakarta: Edu Pustaka Jakarta.

Tarigan, H, G. (2008). Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Tarigan, H, G. (2009). Pengajaran Pragmatik. Bandung: Angkasa.

Utami, R. R., & Tressyalina, T. (2020). Kesantunan Berbahasa dalam Film Dilan 1990. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(3), 358-365.

Yuliantoro, A. (2020). Analisis Pragmatik. Klaten: UNWIDHA Press.

Downloads

Published

2023-06-30